Gelaran Romansa Purworejo Expo 2017 Resmi Dibuka

02 November 2017 10:11

Gelaran Romansa Purworejo Expo 2017 resmi dibuka oleh Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Prof Dr Ahmad Erani Yustika bersama Kepala Dinas KUKM Provinsi Jawa Tengah, Dra Ema Rahmawati M Hum didampingi Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM dan Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH, Rabu (01/11).

Event yang digelar dikawasan Pendopo Kabupaten Purworejo hingga 5 November 2017 mendatang tersebut, menghadirkan 175 stand yang menyediakan berbagai produk unggulan hingga stand romansa kuliner dari berbagai daerah dari berbagai daerah.

Ahmad Erani Yustika usai meninjau stand mengatakan bahwa dengan gelaran Romansa Purworejo Expo masyarakat dapat melhat bagaimana geliat usaha mikro kecil menengah di Jawa Tengah. Dengan gelaran tersebut juga menunjukkan bahwa Pemkab Purworejo telah memberikan perhatian yang begitu besar dalam perkembangan UMKM.

“Kami menyambut baik karena perhatian yang begitu besar dari pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Purworejo dalam perkembangan UMKM. Ini menunjukan bahwa pemerintah betul-betul bukan cuma berharap, tapi mengeksekusi dan memfasilitasi dengan pengembangan UMKM,” katanya.

Ahmad menambahkan, dengan adanya expo diharapkan UMKM bisa mempromosikan usahanya sekaligus bisa melakukan transaksi dengan pasar yang  lebih luas. Selain itu dia berharap dalam expo dapat disediakan semacam klinik tempat bagi masyarakat untuk belajar usaha.

“Syukur-syukur jika expo semacam ini diadakan klinik-klinik sehingga ada pembelajaran bagi masyarakat yang mau menekuni pada bidang tertentu atau ingin mengembangkan usahanya ini bisa di fasilitasi juga,” imbuhnya.

Ditambahkannnya, Kementerian Perdagangan setiap tahun telah rutin mengadakan expo di luar negeri untuk mendekatkan pasar internasional. Hal itu juga telah dilakukan oleh banyak lembaga lain termasuk pemerintah daerah. Selain itu, menurutnya pemanfaatan era digital sekarang juga perlu dilakukan.

“Memanfaatkan era digital sekarang ini untuk mengakses pasar internasional, contoh di Kabupaten Purworejo ini beberapa komoditasnya sudah masuk di pasar Internasional. Nah model-model semacam itu yang di fasilitasi untuk dikembangkan bagi komoditas lain,” ujarnya.

Ahmad berharap kedepan UMKM lokal bukan hanya sebagai penyerap tenaga kerja yang besar, tapi juga dapat sebagai penyumbang yang besar untuk pasar internasional atau ekspor di Indonesia.

Sementara itu, Bupati Purworejo mengatakan event expo purworejo tahun ini mengambil tema romansa Purworejo 2020. Gelaran expo tersebut juga  dalam rangka menyambut kehadiran bandara international Yogyakarta. Dia berharap seluruh hasil UMKM dapat dipamerkan di expo tahun ini.

“Ini merupakan ajang pameran potensi daerah  yang tentunya ini perlu kita angkat dalam kaitanya dengan pembinaan pengusaha kecil. Mudah-mudahan event ini dapat mengangkat pengusaha-pengusaha kecil,” katanya.

Ditambahkan bupati, yang membedakan expo tahun ini dibanding tahun sebelumnya adalah jumlah peserta yang lebih banyak. “Jelas lebih istimewa dari biasanya karena pesertanya lebih banyak 175. Peserta dari luar juga banyak yang ikut, kemeterian juga banyak yg ikut ada 6 stand, dan materi yang di sajikan sangat berbeda dari tahun yang lalu,” jelasnya.

Bupati berharap, setelah adanya expo diharapkan agar pengusaha UMKM dapat tumbuh. Jika UMKM dapat tumbuh, maka kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat.